Pages

Thursday, May 30, 2013

Denaturasi Protein pada Gigi



                                                                       
Denaturasi Protein adalah proses perubahan struktur lengkap dan karakteristik bentuk protein akibat dari gangguan interaksi sekunder, tersier, dan kuaterner struktural seperti suhu, penambahan garam, enzim dll. Karena fungsi biokimia protein tergantung pada tiga dimensi bentuknya atau susunan senyawa yang terdapat pada asam amino. Hasil denaturasi adalah hilangnya aktivitas biokimia yang terjadi didalam senyawa protein itu sendiri. Denaturasi protein juga tidak mempengaruhi kandungan struktur utama protein yaitu C, H, O, dan N. Meskipun beberapa protein mengalami kemungkinan untuk kehilangan kandungan senyawa mereka karakteristik struktural saat Denaturasi. Namun, kebanyakan protein tidak akan mengalami hal tersebut, hanya saja tidak menutup kemungkinan juga protein akan berubah struktur kecil didalamnya saat proses denaturasi terjadi. Bagaimanapun, untuk perubahan denaturasi secara umum, prosesnya sama dan tidak dapat diubah. ( Stoker, 2010)

Ada dua macam denaturasi, pengembangan polipeptida dan pemecahan protein menjadi unit yang lebih kecil tanpa disertai pengembangan molekul. Terjadinya kedua jenis denaturasi ini tergantung pada keadaan molekul. Yang pertama terjadi pada rantai polipeptida, sedangkan yang kedua terjadi pada bagian-bagian molekul yang tergabung dalam ikatan sekunder.
 Ikatan-ikatan yang dipengaruhi oleh proses denaturasi ini adalah :
A.   ikatan hydrogen
B.     ikatan hidrofobik misalnya pada leusin, valin, fenilalanin, triptofan yang saling berdekatan membentuk suatu micelle dan tidak larut dalam air
C.     ikatan ionik antara gugus bermuatan (+) dan (-)
D.    ikatan intramolukuler seperti yang tedapat pada gugus disulfida dalam sistin.
 
Gambar 3. Sketsa proses denaturasi protein
Pemekaran atau pengembangan lipatan molekul protein yang terdenaturasi akan membuka gugus reaktif yang ada pada rantai polipeptida, selanjutnya akan terjadi pengikatan kembali pada gugus reaktif yang sama atau berdekatan. Bia unit ikatan yang terbentuk cukup banyak sehingga protein tidak lagi terdispersi sebagai suatu koloid, maka protein tersebut mengalami koagulasi. Apabila ikatan-ikatan pada gugus-gugus reaktif protein tersebut menahan seluruh cairan, akan terbentuklah gel. Sedangkan bila cairan terpisah dari protein yang terkoagulasi itu, protein akan mengendap.
Protein yang terdenaturasi berkurang kelarutannya. Lapisan molekul protein bagian dalam yang bersifat hidrofobik berbalik ke luar, sedangakan bagian luar yang bersifat hidrofil terlipat ke dalam. Pelipatan atau pembalikan terjadi khususnya bila larutan protein telah mendekati pH isoelektrik, dan akhirnya protein akan menggumpal dan mengendap. Viskositas akan bertambah karena molekul mengembang dan menjadi asimetrik, demikian jua sudut putaran optik larutan protein akan meningkat. Enzim-enzim yang gugus prostetiknya terdiri dari protein akan kehilangan aktivitasnya sehingga tidak berfungsi lagi sebagai enzim yang aktif.
Denaturasi protein dapat dilakukan dengan berbagai cara yaitu
·         oleh panas
·         pH ekstrim
·          bahan kimia
·         Mekanik
·         beberapa pelarut organik seperti alkohol atau aseton, urea
·          deterjen
mempunyai pengaruh yang berbeda-beda terhadap denaturasi protein. Senyawa kimia seperti urea dan garam guanidina dapat memecah ikatan hidrogen yang pada akhirnya menyebabkan denaturasi protein. Dengan cara tersebut, urea dan garam guanidina dapat memecah interaksi hidrofobik dan meningkatkan daya kelarutan gugus hidrofobik dalam air. Deterjen atau sabun dapat menyebabkan denaturasi protein karena senyawa ini dapat membentuk jembatan antara gugus hidrofobik dengan hidrofilik sehingga praktis terdenaturasi
contoh denaturasi protein gigi
Struktur Gigi yang terdiri dari :
1.     Email
2.    Saliva
3.    Protein
4.    Dentin
5.    Kalogen

Protein merupakan substansi biomolekuler yang sangat penting karena senyawa ini menjalankan hampir semua fungsi kehidupan ditingkat sel. Apabila protein mengalami kerusakan atau denaturasi maka banyak fungsi biologis terganggu. Bila protein yang terkena berfungsi sebagai molekul pendukung atau penunjang akan terganggu , sehingga dapat membawa kelainan yang berat terhadap struktur yang didukung protein tersebut.

Molekul protein tersusun menjadi dua bagian besar  :
a.    Bagian pertama sebagai tulang punggung  berupa ikatan peptida yang terbentuk  dari rangkaian ikatan atom C dan N  yang sama bagi seluruh protein
b.    Bagian kedua  ialah 20 macam  rantai samping R sesuai 20 jenis asam amino yang berinteraksi membentuk struktur tiga dimensi molekul protein

Salah satu kerusakan gigi yang paling sering terjadi adalah KARIES merupakan  proses dinamis  larutnya  mineral kristal hidroksi apatit(komponen anorganik), dari gigi yang dikenal sebagai proses Demineralisasi . larutnya komponen anorganik  terjadi sebagai fermentasi karbohidrat  dari sisa makanan oleh bakteri didalam rongga mulut.

Ca10(PO4)6(OH)2                           + H+    à      10 Ca2+ + 6 H2PO4- + 2 H2O
(Kristal hidroksi apatit)             (asam) demineralisasi

Keadaan asam tersebut  segera akan dinetralisir oleh saliva sebagai buffer sehingga terjadi  remineralisasi , tetapi bila demineralisasi lebih besar dari remineralisasi  maka gigi akan mengalami kerusakan/karies . lokasi kerusakan  biasanya pada daerah retensi makanan , dimana sisa makanan sulit dibersihkan seperti cekungan pada gigi belakang

Daftar Pustaka :

 Soetiarto,farida.2009.Proses Kerusakan Gigi dan Pencegahan.Depkes R.I

Vinesian,matias dwiangga.2010.Denaturasi Protein.Universitas Sahid Jakarta

0 comments:

Post a Comment

 

Blogger news

Blogroll