Pages

Friday, May 17, 2013

Kesetimbangan Kimia


KESETIMBANGAN KIMIA

Azas Le Chatelier sebagai berikut:
“ Bila terhadap suatu kesetimbangan dilakukan suatu tindakan (aksi),
maka sistem itu akan mengadakan reaksi yang cenderung mengurangi
pengaruh aksi tersebut. “

Secara singkat, azas Le Chatelier dapat dinyatakan sebagai:

  Reaksi = - Aksi

Artinya : Bila pada sistem kesetimbangan dinamik terdapat gangguan
dari luar sehingga kesetimbangan dalam keadaan terganggu atau rusak
maka sistem akan berubah sedemikian rupa sehingga gangguan itu
berkurang dan bila mungkin akan kembali ke keadaan setimbang lagi.
Cara sistem bereaksi adalah dengan melakukan pergeseran ke kiri atau
ke kanan.

FAKTOR–FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERGESERAN
KESETIMBANGAN

A.    PENGARUH TEMPERATUR
Sesuai dengan azas Le Chatelier, jika suhu atau temperatur
suatu sistem kesetimbangan dinaikkan, maka reaksi sistem menurunkan
temperatur, kesetimbangan akan bergeser ke pihak reaksi yang
menyerap kalor (ke pihak reaksi endoterm). Sebaliknya jika suhu
diturunkan, maka kesetimbangan akan bergeser ke pihak reaksi
eksoterm.
Contoh :
Pb(CH3COO)2 +2 KI               PbI2 + 2 CH3COOK (endapan kuning)
            dibagi 2 tabung reaksi :
I.                   +aquades+dipanaskan             (endapan kuning larut sebagian)
II.                Didinginkan             T. A. P

B.     PENGARUH KONSENTRASI

1.      Aksi : Menambah konsentrasi pereaksi
Reaksi : Mengurangi konsentrasi pereaksi
Cara sistem bereaksi : Bergeser ke kanan
2.      Aksi : Mengurangi konsentrasi pereaksi
Reaksi : Menambah konsentrasi pereaksi
Cara sistem bereaksi : Bergeser ke kiri
3.      Aksi : Memperbesar konsentrasi produk
Reaksi : Mengurangi konsentrasi produk
Cara sistem bereaksi : Bergeser ke kiri
4.      Aksi : Mengurangi konsentrasi produk
Reaksi : Memperbesar konsentrasi produk
Cara sistem bereaksi : Bergeser ke kanan
5.      Aksi : Mengurangi konsentrasi total
Reaksi : Memperbesar konsentrasi total
Cara sistem bereaksi : Bergeser ke arah yang jumlah molekul


Contoh :
Ion besi (III) (Fe3+) berwarna kuning jingga bereaksi dengan ion
tiosianat (SCN-) tidak berwarna membentuk ion tisianobesi (III) yang
berwarna merah darah menurut reaksi kesetimbangan berikut :

Fe3+(aq) + SCN-(aq)           FeSCN2+(aq)



Ke arah manakah kesetimbangan bergeser dan bagaimanakah
perubahan warna campuran jika :
1. ditambah larutan FeCl3 (ion Fe3+)
2. ditambah larutan KSCN (ion SCN-)
3. Larutan diencerkan
Jawab :
Azas Le Chatelier : Reaksi = - Aksi
1. Ditambah larutan FeCl3 (ion Fe3+)
    Aksi : menambah ion Fe3+
    Reaksi : mengurangi ion Fe3+
    Kesetimbangan : bergeser ke kanan
    Perubahan warna: bertambah merah (karena ion FeSCN2+ bertambah)
2. Aksi : menambah ion SCN-
    Reaksi: mengurangi ion SCN-
    Kesetimbangan: bergeser ke kanan
    Perubahan warna : bertambah merah (karena ion FeSCN2+ bertambah)
3. Aksi : mengencerkan (memperbesar volume), memperkecil konsentrasi (jarak antar    partikel dalam larutan makin renggang)
    Reaksi : memperbesar konsentrasi (menambah jumlah partikel)
    Kesetimbangan : bergeser ke kiri, ke arah yang jumlah partikelnya lebih besar   (setiap ion FeSCN2+ dapat pecah menjadi dua ion, yaitu Fe3+ dan SCN-).
    Perubahan warna : memudar (karena ion FeSCN2+ berkurang)

C.    PENGARUH VOLUME ATAU TEKANAN
Apabila tekanan diperbesar (volume diperkecil), kesetimbangan akan bergerser ke arah jumlah molekul (koefisien reaksi) yang kecil. Sedangkan apabila tekanan diperkecil (volume diperbesar), kesetimbangan akan bergeser ke arah jumlah  molekul (koefisien reaksi) yang besar.





0 comments:

Post a Comment

 

Blogger news

Blogroll