Pages

Friday, May 17, 2013

Membuat Reagensia


MEMBUAT REAGENSIA


A.    SIFAT ZAT

Pengenalan terhadap zat merupakan hal yang sangat penting dan suatu keharusan bagi siapa saja yang berada dalam lingkungan zat( terutama di laboratorium atau gudang kimia) atau yang akan mengemas, menggunakan , atau memperlakukan zat itu dalam pekerjaan tertentu. Kemampuan ini sangat penting dan sangat membantu bagaimana orang itu seharus dan sebaiknya berbuat sehingga diri dan lingkunganya tetap besih , sehat , dan aman disamping pekerjaannya menjadi lebih lancar dan cepat

Zat dalam keseharian dapat dibedakan sebagai :
·         Bahan(material) yakni zat yang menjadi komponen dari suatu proses atau pembentukan barang atau produk
·         Pereaksi(reagent) yakni zat yang berperan dalam suatu reaksi kimia atau ditetapkan untuk tujuan analisis kimia
Beberapa zat dan bahayanya :
Sifat
Contoh zat
Bahaya
Mudah terbakar/menyala
Pelarut organik,P
Kebakaran
Mudah meledak
TNT
Ledakan
Iritasi saluran pernafasan
Cl2,NO2
Merusak jaringan
Iritasi kulit
Basa kuat,fenol
Kulit melepuh
Iritasi mata
Metanol
Buta
Hidrasi
H2SO4 pekat
Membakar kulit
Oksidator
HNO3,H2SO4
Merusak plastik
Korosif
Asam-asam
Merusak benda
Racun
Benzena,toluena
Kanker
Pencemar
Limbah kimia
pencemaran

B.     PEMBUATAN REAGEN
Larutan baku primer berfungsi untuk Membakukan atau untuk memastikan konsentrasi larutan tertentu yaitu larutan/;pereaksi yang ketepatan/kepastian konsentrasinya sukar diperoleh melalui pembuatannya secara langsung. Larutan yang sukar dibuat secara kuantitatif ini selanjutnya dapat berfungsi sebagai larutan baku(larutan baku sekunder) setelah dibakukan jika larutan tersebut bersifat stabil sehingga dapat digunakan untuk menetapkan konsentrasi larutan lain atau kadar suatu cuplikan.
Larutan baku primer harus dibuat seteliti dan setepat mungkin (secara kuantitatif)zat baku primer harus memenuhi syarat :
a.       Kemurniaanya tinngi
b.      Stabil 9tidak bereaksi dengan udara luar,tidak mudah menguap,tidak terurai)
c.       Memiliki bobot molekul atau bobot equivalen tinggi
Dalam hal tingkat kemurnian, reagen yang digunakan untuk analisa kuantitatif harus mempunyai spesifikasi reagen-analar(AR)
Disamping larutan baku primer , dikenal juga larutan baku sekunder larutan ini kebakuannya (kepastian molaritasnya)ditetapkan langsung terhadap larutan baku primer. Jika suatu larutan baku sekunder bersifat stabil dan dikemas/disimpan dengan benar , larutan ini dapat berfungsi sebagai larutan baku dan langsung dapat digunakan tanpa harus dibakukan lagi.
Mengenal alat-alat volumetrik baik fungsi, sifat kesalahan, maupun cara menggunakan dan cara membacanya adalah penting untuk menghindarkan kesalahan yang tidak perlu dan agar kita dapat memperkirakan dengan teliti kuantitatif larutan baku yang dibuat.ada tiga alat ukur volumetrik yang utama :
Ø  Labu takar
Ø  Buret
Ø  Pipet volume
TEKNIK PEMBUATAN LARUTAN BAKU :
a)      Menimbang
Penimbangan adalah pekerjaan yang paling dasar dalam analisis kimia  disamping mengetahui kepekaan neraca yang dipilih
b)      Melarutkan
Tidak semua kristal segera melarut, dan umumnya proses pelarutan menyerap kalor , sebaiknya pelarutan tidak langsung dilabu takar tetapi diwadah lain dan setelah suhu tercampur itu normal baru kemudian dipindahkan secara kuantitatif selanjutnya tambahkan aquades sampai tanda batas
c)      Mengukur/memindahkan vulome larutan
Dalam analisis kimia, pengukuran volume larutan yang benar, pemindahan dan pengencerannya sampai volume tertentu dengan menambahkan aquades

TEKNIK PEMBUATAN LARUTAN SEKUNDER :
     Secara umum prosedur pembuatan larutan termasuk larutan baku primer terdiri dari tahap-tahap yang hampir sama (menimbang, melarutkan, mengukur / memindahkan volume larutan), namun untuk zat baku primer tertentu harus dilakukan langkah tambahan seperti pengeringan atau pemurnian sebelum ditimbang.

C.     TITRASI
Titrimetri (cara titrasi) cara ini berkaitan erat dengan pembuatan/penyediaan pereaksi larutan baku dengan komposisi/konsentrasi tertentu untuk tujuan-tujuan tertentu pula terutama pada laboratorium sederhana. Cara ini ditetapkan untuk memperoleh pereaksi atau larutan yang konsentrasinya tidak dapat dipastikan dari proses pembuatannya secara langsung dari zat padatnya.atau dengan kata lain, pereaksi atau larutan seperti ini, kepastian konsentrasinya hanya dapat ditetapkan melalui proses pembakuan terhadap larutan baku primer atau larutan baku sekunder.
Prinsipnya dapat dikelompokkan sebagai berikut:
·         Titrasi penetralan
H+(asam) + OH-(basa)                    H2O (netral)
·         Titrasi redoks
O (oksidator) + R (reduktor)               hasil
·         Titrasi pengendapan
L+(aq) (kation) + X-(aq) (anion)                      LX(s) (endapan)






 
DAFTAR PUSTAKA


HAM , Mulyono.2011.Membuat Reaksi Kimia.PT.Bumi Aksara:jakarta

0 comments:

Post a Comment

 

Blogger news

Blogroll